"Cinta Tak Pernah Tepat Waktu". Sepintas seperti kata-kata ala bucin ya. Namun judul ini adalah judul dari salah satu novel karya Puthut EA. Puthut EA memang dikenal lebih sering menelurkan karya-karya berupa cerita-cerita pendek. Makanya, saya sangat tertarik ketika tahu ternyata Puthut EA juga pernah mengeluarkan karya berupa novel.
Dari judulnya sudah bisa ditebak kalau novel ini bergenre romance. Namun tentu saja kisah romance ini tidak sereceh kisah-kisah romance seperti di novel-novel kebanyakan. Novel ini menceritakan tentang tokoh "Aku", seorang laki-laki mantan aktivis tahun 1998 yang pernah begitu dalam mencintai seorang perempuan hingga terluka begitu dalam. Bertahun-tahun si "Aku' mencoba menyembuhkan luka tersebut, Banyak wanita lain yang kemudian muncul di hidupnya, namun tetap saja sosok wanita itu menjadi bayang-bayang di hidupnya. Semua wanita yang datang, semua tidak tepat waktu. Yah, begitulah cinta,hehee..
Ada satu hal yang menurut saya menarik dari novel ini. Dari awal cerita, diceritakan bahwa yang berkisah disini adalah sosok "Aku". Saya awalnya mengira bahwa sosok "Aku" ini adalah sosok si penulis sendiri, Puthut EA. Apalagi setelah digambarkan latar belakang dan kehidupan si tokoh "Aku" yang adalah seorang penulis dan mantan aktivis di era 98. Namun di bab-bab akhir, justru muncul tokoh Puthut EA yang diceritakan sebagai teman penulis, dan diceritakan bahwa Puthut EA ditantang oleh teman-temannya untuk menuliskan kisah si "Aku' ini kedalam sebuah novel. Menurut saya ini sangat jenius!
Nah, untuk penutup, saya tuliskan satu quote yang paling terkenal dan juga paling saya suka dari buku "Cinta Tak Pernah Tepat Waktu" berikut ini :
"Aku tak ingin cinta sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang bukan hanya sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam disana, sebagaimana segelintit orang yang beruntung mendapatkannya.(Puthut EA)"
